Saat Wasit “Berbisik” dengan Mussolini…

Kapten Italia yang juga kiper, Combi (kiri), bersalaman dengan kapten Cekoslovakia yang juga kiper, Planicka, sebelum partai final Piala Dunia 1934, di depan wasit asal Swedia, Ivan Eklind. Sebelum pertandingan, Iklind bertemu diktator Italia, Benito Mussolini, yang dinilai kontroversial.

Bagaimana perasaan Anda jika melihat seorang wasit sepak bola berbisik dengan diktator terkenal Benito Mussolini? Penasaran apa yang diperbincangkan? Sudah pasti, tentunya. Hal itulah yang mungkin dirasakan sejumlah pemain Cekoslovakia sebelum melakoni partai puncak Piala Dunia 1934 melawan tuan rumah, Italia di Stadion Nazionale PNF, Roma.

Entah apa sebabnya, wasit asal Swedia, Ivan Eklind, yang bertugas memimpin pertandingan tersebut terlihat berada di tribun yang ditempati oleh Mussolini sesaat sebelum pertandingan. Pemandangan “tak wajar” itu lantas membuat sejumlah pemain Cekoslovakia heran, termasuk sang kapten Frantisek Planicka.

Usai pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Italia 2-1 lewat perpanjangan waktu itu, tiba-tiba Planicka mengungkapkan kekesalannya. Planicka yang saat itu menjadi pemain SK Slavia Praha menuding adanya persekongkolan antara wasit dan Mussolini dalam pertandingan tersebut.

“Kemenangan kami telah dirampok!  Atmosfer di stadion ini menegaskan hal itu. Eklind ada di tribun bersama Mussolini. Kami tak tahu apa yang mereka bicarakan. Tapi kami punya dugaan. Dia menghentikan umpan bersih kami dengan meniup peluit, lalu sering mengabaikan pelanggaran keras,” sesal Planicka usai pertandingan final tersebut.

Tuduhan Planicka memang bukan tanpa alasan. Dalam pertandingan itu, Eklind memang terkesan beberapa kali mengelurkan keputusan kontroversial, salah satunya tidak memberikan hadiah penalti saat Antonim Puc dilanggar oleh Eraldo Monzeglio di kotak terlarang. Selain itu, hal itu juga dikuatkan dengan pernyataan Josef Bican, penyerang Argentina yang sempat menerima kabar bahwa Eklind sempat diundang makan malam oleh Mussolini sebelum laga semifinal antara Austria dan tuan rumah.

Setelah diusut lebih jauh, ternyata bukan hanya Eklind yang mendapat “order” khusus dari Mussolini dalam kejuaraan tersebut. Rene Mercet, wasit asal Swiss yang memimpin laga perempat final antara Italia dan Spanyol pun diduga disogok. Hal itu terbukti dengan keputusan Mercet yang menganulir dua gol bersih pemain Spanyol Luis Reguiro dan I Quincoces. Alhasil, karena keputusan kontroversial itu, mendapat hukuman seumur hidup tidak boleh memimpin pertandingan oleh Konfederasi Swiss.

Lalu bagaimana dengan Elklin? Tentunya sama seperti Mercet. Akan tetapi, ia lebih beruntung karena dapat kembali memimpin Piala Dunia 1983 karena bandingnya diterima. Namun, lagi-lagi dia membuat keputusan kontroversial saat memimpin laga Brazil melawan Polandia pada perdelapan final kejuaran tahun itu. Tak tanggung-tanggung, ia mengesahkan  gol kedua penyerang Brazil Leonidas pada menit ke-93, meski sang pemain melakukannya dengan telanjang kaki!

#Tulisan ini dimuat juga di Kompas.com.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: