Sir Alex Ferguson memang telah menghabiskan separuh hidupnya bersama sepak bola dan Manchester United. Tetapi, siapa sangka, pelatih berusia 70 tahun itu mengagumi sosok Muhammad Ali, petinju legendaris dunia. Di mata Fergie, Ali adalah sosok fenomenal yang akan terus abadi sepanjang masa.

Saat diwawancara oleh Inside United, pelatih asal Skotlandia itu mengaku, salah satu pertandingan dalam sejarah olahraga terbaik sepanjang masa adalah kejuaraan tinju dunia kelas berat antara Ali dan Sonny Liston pada 25 Februari 1964 silam.

Pada tanggal tersebut, Ali yang hari ini merayakan ulang tahunnya ke-70 pertama kalinya tampil di panggung tinju kelas berat. Dengan penuh kepercayaan diri, “The Great Ali” yang ketika itu masih berumur 22 tahun tak segan-segan menantang Liston, yang berstatus sebagai juara dunia tinju kelas berat dengan sebutan “Beruang Bodoh”.

Di dalam ring, dengan ciri khas lincah dan gerakan kaki yang cepat, Ali mampu membuat dirinya lebih dominan daripada Liston. Alhasil, sejarah baru pun muncul, di pertengahan ronde ketujuh. Petinju kelahiran 17 Januari 1942 itu berhasil membungkam keraguan banyak orang dengan memenangkan gelar juara dunia pertamanya, dan menjadi petinju termuda yang menjuarai kelas berat.

“Pertarungan antara Clay (Cassius Clay, nama Ali sebelum berganti nama) dengan Sonny Liston menggambarkan kelahiran seorang atlet terhebat di dunia. Liston di masanya adalah seorang monster, tetapi Clay bisa membungkamnya. Jadi, pertarungan itu menurut saya menunjukkan bahwa dia adalah petinju luar biasa, yang juga memiliki kepribadian yang hebat,” kagum Fergie.

“Sangat mengesankan melihat Clay datang ke tempat Liston dengan kepercayaan diri, lalu menantang Liston dengan berkata, ‘Ayo, ayo kemari, saya punya sesuatu untuk kamu’. Dan kemudian Anda bisa melihat wajah Liston yang seakan berkata, ‘Saya akan membunuh kamu’,” katanya.

“Komentar Clay sebelum atau sesudah pertandingan juga sangat menakjubkan. Bahkan, ia sempat dengan lantang mengatakan tidak akan ikut berperang bersama negaranya dalam perang Vietnam. Karena inilah, Anda harus mengakui bahwa dia sosok yang sangat luar biasa,” lanjut Fergie lagi.

Bangun pagi

Dalam kesempatan itu, Fergie juga mengungkapkan bahwa dirinya mempunyai pengalaman tersendiri saat ingin menyaksikan Ali bertarung di ring tinju. Untuk menonton pertandingan idolanya tersebut, Fergie mengaku, dirinya selalu bangun pagi, kemudian mengunjungi sebuah pusat hiburan ternama di Skotlandia.

“Saya selalu berangkat dari rumah pagi hari untuk menuju Green Playhouse di pusat kota Glasgow untuk menonton pertandingan Ali karena mereka menyiarkannya secara langsung. Sedangkan ketika berada di Aberdeen, saya selalu ke pusat kota di malam hari untuk menontonnya. Ini sangat menyenangkan, dan saya sangat menyukainya,” kenang Fergie.

#Dimuat juga di Kompas.com

Advertisements