Gegap gempita kejuaraan sepak bola seperti Piala Dunia, Piala Eropa, Piala Champions, Piala UEFA, maupun Piala AFF kerap mengundang ratusan bahkan milyaran mata penduduk dunia. Bob Marley, legenda musik Reggae asal Jamaika adalah satu dari milyaran orang yang menikmati olahraga kulit bundar tersebut.

Kecintaan Bob Marley terhadap musik sejalan dengan sepak bola. Bagi musisi yang bernama lengkap Robert Nesta Marley itu, sepak bola adalah kebebasan, dimana seluruh lapisan masyarakat dunia dapat memainkan dengan mengeluarkan seluruh ketrampilan dalam diri.

Kecintaan Bob Marley akan sepak bola begitu tinggi. Bahkan penyakit kanker di ibu jari kaki yang dideritanya ketika bermain di London, 1977, tidak menyurutkan kecintaannya tersebut. Saran medis yang mengharuskan mengamputasi kakinya karena telah membusuk, ia hiraukan. Ia sengaja membiarkan penyakitnya meradang, karena memotong salah satu bagian tubuh bertentangan dengan kepercayaan Rastafarian yang dianutnya.

Di tengah penyakit kanker akut yang dideritanya, musisi berambut gimbal itu tetap gemar memainkan si kulit bundar bahkan hingga ahkir hayatnya. Ketika ia dimakamkan pun bola kaki kesayangannya turut dikuburkan bersama cincin Lion of Judah, Injil, dan gitar Gibson Les Paul miliknya.

Di tengah kesibukan dalam bermusik, penggemar klub Santos FC dan Tim Nasional Brazil itu masih menyempatkan diri untuk bermain sepak bola. Bahkan, tidak jarang ia bermain bersama para wartawan dan musisi kondang seperti Mick Jagger dan Jimi Hendrix, di waktu senggang rangkaian konser musiknya. Ia pun sempat merumput bersama pemain dari klub professional Nantes dan Tim Nasional seperti Brazil dan Haiti.

Pada 1970 dalam Tour Rio de Janeiro di Brazil, ayah dari musisi Reggae, Ziggy Marley, itu sangat antusias mengikuti street soccer (sepakbola jalanan) bersama beberapa musisi, para pemain street soccer Brazil, dan Paolo Cesar, pemain timnas Brazil pada Piala Dunia 1970. Sebelum pertandingan dimulai Paolo Cesar memberikan kaos tim Santos FC bernomor punggung 10 yang dikeramatkan karena merupakan simbol legenda dunia asal Brazil, Pele.

Bob Marley dalam sesi wawancara di London, 1977, mengutarakan alasan mengapa ia sangat gemar memainkan si kulit bundar di lapangan hijau.

“Sepak bola adalah keseluruhan keterampilan dalam diri. Seluruh dunia dan seluruh alam semesta itu sendiri. Saya menyukainya karena anda harus terampil untuk memainkannya. Kebebasan, sepak bola adalah kebebasan.” ujar musisi yang namanya pernah diabadikan dalam produk small capsule collection Bob Marley dari Adidas tahun 2001. (ilho)

Advertisements